e-mail: misteripedia@gmail.com

Inilah mitos-mitos seputar gerhana matahari total



Masyarakat di sebagian daerah di Indonesia percaya bahwa gerhana matahari total sebagai pertanda akan adanya peristiwa buruk yang akan terjadi. Masyarakat Jawa dan Bali, misalnya, percaya gerhana matahari total ini merupakan ulah Batara Kala atau Batara Kala Rahu. Menurut mitologi Hindu, Rahu si iblis dipenggal kepalanya oleh Dewa Wisnu karena minum nektar yang diperuntukkan bagi dewa-dewa. Kepala si iblis melayang melintasi langit, dan ia menelan matahari (Dewi Ratih). Untuk menakut-nakuti Rahu, umum bagi orang-orang memukuli panci dan peralatan masak, membuat bunyi nyaring pada saat terjadi gerhana. Agar si iblis melepaskan Matahari dan terang kembali ke Bumi.

Batara Kala merupakan tokoh pewayangan dengan wujud raksasa jahat yang sangat berkuasa. Cerita ini turun-temurun dan menjadi cerita favorit saat gerhana amatahari terjadi. Masyarakat Jawa pun mempercayai bahwa saat gerhana matahari terjadi, para wanita hamil harus masuk ke rumah. Para wanita harus membawa masuk anak-anak dan melindungi anak-anak dari murka Batara Kala.

Di daerah Halmahera juga punya mitos yang serupa. Sebagian masyarakat di sana menganggap gerhana matahari terjadi akibat suanggi atau setan melahap matahari. Uniknya, masyarakat yang percaya mitos-mitos tersebut membuat reaksi yang sama ketika gerhana terjadi. Mereka, baik di daerah Jawa, Bali, maupun Halmahera, membuat bunyi-bunyian. Mereka meyakini bunyi-bunyian tersebut bisa mengusir si raksasa jahat karena kegelapan adalah pertanda buruk. 

Sedangkan di daerah Sulawesi Selatan memiliki mitos tersendiri, gerhana matahari dipercaya sebagai sanksi/hukuman. Agar langit kembali terang, masyarakat dilarang untuk memakan daging babi.

Mitos-mitos lainnya tentang gerhana matahari yang beredar di masyarakat dunia, diantaranya adalah sebagai berikut:

Matahari Dimakan
Beberapa negara mempercayai bahwa saat gerhana terjadi, matahari dimakan atau dicuri. Dalam legenda bangsa Viking disebutkan gerhana matahari terjadi ketika serigala Skoll berhasil menangkap Dewa Matahari atau Sol. Bangsa Viking, yang biasa dikenal berasal dari Norwegia, Swedia, dan Denmark, kemudian diminta membuat kegaduhan dengan memukul panci dan wajan agar serigala ketakutan serta mengembalikan matahari. Di Vietnam kuno, orang-orang percaya bahwa gerhana matahari terjadi karena kodok raksasa makan Matahari. Sementara di China, orang-orang menuding naga telah 'melahap' Matahari. 

Matahari Sedang Marah
Suku Tewa di Mexico percaya, gerhana matahari mengisyaratkan bahwa matahari sedang marah dan pergi meninggalkan langit untuk kembali ke rumahnya di dunia bawah.

Larangan Makan Saat Gerhana
Di India, warga setempat mempercayai bahwa makanan yang dimasak saat gerhana matahari terjadi akan menjadi racun dan najis. Karena itu, di beberapa wilayah di India, warga tidak makan saat gerhana matahari terjadi.

Dewa Marah
Pada zaman Yunani kuno, gerhana matahari dianggap sebagai pertanda bahwa dewa-dewa sedang marah. Masyarakat kala itu juga percaya bahwa gerhana matahari merupakan pertanda bencana akan terjadi.

Racun Disebar
Masyarakat Jepang punya mitos tersendiri perihal fenomena gerhana matahari. Masyarakat Jepang dahulu kala percaya bahwa gerhana matahari adalah wabah. Saat fenomena alam ini terjadi, masyarakat Jepang percaya racun sedang ditebarkan. Bahkan, untuk menghindari racun mengkontaminasi air di bumi, masyarakat Jepang kemudian menutupi sumur-sumur air mereka.

Anjing pencuri
Sedangkan, cerita rakyat Korea menuturkan bahwa seekor anjing mistis mencuri matahari, mengakibatkan terjadinya gerhana matahari.

Fenomena Cincin Berlian
Bagian paling terkenal dari gerhana matahari adalah cincin berlian. Ini terjadi saat bulan bergerak untuk menutupi seluruh lingkaran matahari. Beberapa detik sebelum terjadi gerhana total, korona matahari membentuk cincin mengelilingi bulan. Di bagian atas, sisa matahari yang bersinar sebagai lingkaran kecil, memberi kesan bentuk cincin berlian.

Jatuhnya Kekuasaan Raja
Gerhana pada 1133 setelah masehi dikenal sebagai Gerhana Raja Henry di Inggris Raya. Raja Henry I meninggal sesaat setelah gerhana matahari total muncul dan fenomena itu dipercaya sebagai tanda buruk bagi monarki. Bangsa Babilonia langsung menempatkan pengganti raja saat gerhana masih terjadi untuk melindungi penguasa.

Penyaliban
Kisah Yesus menyebutkan jika penyaliban dirinya dilakukan saat langit gelap. Di sini mereka percaya jika keajaiban sekaligus tanda-tanda kegelapan akan terjadi. Ahli sejarah yakin jika langit gelap ini terjadi pada gerhana saat tahun 29 sebelum masehi atau 33 sebelum masehi.

Nabi Muhammad
Gerhana matahari yang terjadi pada 29 Januari 632 setelah masehi dipercaya menjadi tanda akan kematian Nabi Muhammad. Menurut sejarah Islam, publik berspekulasi jika gerhana matahari merupakan pertanda adanya kematian namun Nabi Muhammad membantah hal itu. Justru Nabi mengatakan jika kematian adalah awal dari sebuah kelahiran.

Matahari dan Bulan Sedang Tidak Akur
Dalam cerita Inuit, dewi matahari Malina berjalan pergi setelah bertengkar dengan dewa bulan, Annigan. Pertengkaran ini dipercaya sebagai penyebab gerhana. Sedangkan bagi suku Batammaliba, gerhana matahari diakibatkan oleh pertengkaran matahari dan bulan. Untuk menghentikan pertengkaran ini, masyarakat Batammaliba meminta agar salah satunya mengalah, akhirnya matahari pergi dan mengakibatkan gerhana.

Gerhana Matahari Akan Berakhir
Ini tidak sepenuhnya salah. Akan tiba saatnya, bumi tidak lagi mengalami gerhana matahari. Sekitar 600 juta tahun lagi, bulan diprediksi akan berjarak terlalu jauh dari bumi untuk bisa menutupi matahari. Ini berarti fenomena gerhana matahari akan berakhir.

Sumber Energi Eropa Terpengaruh
Jaringan listrik di Eropa akan ambruk saat terjadi gerhana matahari. Para ilmuwan memprediksi begitu gerhana total menggelapkan langit, 35.000 megawatt energi matahari akan lenyap. Ini setara dengan 80 pembangkit listrik ukuran medium. Jumat (20/3), sumber energi matahari terganggu selama 2,5 jam karena gerhana matahari total. Suplai turun drastis, tapi kestabilan jaringan listrik di Eropa tidak terganggu.




Sumber: dari berbagai sumber.



Inilah misteri tren warna 2016




Sudah cukup lama kita menunggu dan menjadikannya misteri tentang warna-warni apa saja yang bakalan menjadi tren warna Indonesia 2016 ini, dan sebagai jawabannya pihak SCI i-color creation menjawabnya dengan berbagai warna-warni pilihannya yaitu warna-warni misteri berikut ini:

1. Cakrawala biru Tanah Lot

Pilihan tren warna Indonesia 2016 untuk warna biru ini terinspirasi dari keindahan cakrawala biru di Tanah Lot Bali. Warna biru identik dengan terpercaya, dapat diandalkan dan berkomitmen.

2. Cakrawala kuning emas candi Borobudur

Tren warna Indonesia 2016 untuk warna emas ini dikategorikan sebagai warna kuning emas yang terinspirasi dari keindahan sunrise di atas cakrawala yang menambah suasana nuansa alam di atas puncak candi Borobudur semakin religius. Warna emas melambangkan kemakmuran dan kesuksesan.

3. Cakrawala putih puncak Carstenz Pyramid

Tren warna Indonesia 2016 untuk warna putih ini terinspirasi dari keindahan cakrawala putih di atas puncak Carstenz Pyramid Papua. Warna putih memproyeksikan tentang kemurnian, kebersihan dan netral.  



Jika Anda masih penasaran tentang apa dan bagaimana misteri ke-3 tren warna di atas, maka pembahasan selengkapnya bisa Anda klik disini!





Powered by Cat tembok tinting:
Kem-Tone, Spectrum & ColorTone








Misteri Tahun Monyet Api 2016



Tahun 2016 merupakan Tahun Monyet Api dan unsur elemen Api ini banyak sekali menyimpan misteri. Api dijadikan simbol energi  yang besar dan kuat bagi orang-orang ber-Shio Monyet. Mereka akan berusaha untuk jadi pemenang dan berkeinginan agar prestasi mereka selalu diakui. 

Tahun 2016 berujung pada tahun bahwa apa pun bisa terjadi. Jika Anda ingin selamat dan sukses dalam hidup, maka sebaiknya Anda menghindari kegiatan kelompok yang bersifat memprofokasi sesuatu, ikut dalam pergolakan: politik, revolusi ataupun diskriminatif. Anda harus ekstra hati-hati dalam memilih teman atau kelompok/komunitas.

Tahun 2016 adalah waktunya untuk kelompok bisnis yang dianggap beresiko, dimana benih-benih kesuksesan yang tidak direncanakan akan tercapai. Jalankan semua ide dan penemuan Anda, tanpa harus melihat lagi ke masa lalu.


Orang-Orang Terkenal ber-Shio Monyet:

Sutan Takdir Alisyahbana, Aline Tumbuan, Amien Rais, Angel Lelga, Manohara Odelia Pinot, Marcella Zalianty, Rachel Maryam Sayidina, Roy Suryo, Sophan Sophiaan, Sutiyoso, Ussy Sulistiawaty, wulan guritno, Hartarto Sastrosoenarto, Christine Hakim, K.H. Hasan Bisri, Umar Khayam, L.B. Moerdani, Liem Swie King, Nani Wijaya, Sarlito Wirawan Sarwono.

Fitur Detail:

Nama Cina dari Monyet: Hou
Tahun Lahir: Shen 
Elemen Tetap: Logam (Jin) 
Elemen 2016: Api (huo)
Yin Yang: Yang 
Angka Keberuntungan: 1, 7, 8
Hindari Angka: 2, 5, 9 
Warna Keberuntungan: Putih, Emas, Biru
Hindari Warna: Merah, Hitam, Abu-Abu, Kopi Gelap.
Arah Menguntungkan: Utara, Barat Laut, Barat
Bulan Keberuntungan: Agustus dan Desember
Hari Keberuntungan: Minggu
Tanggal Keberuntungan: 14 dan 28
Tanda Dalam Zodiak Barat: Leo

Hadiah yang Cocok: 
Buku-buku yang berisi berbagai trik menarik, smartphone, permainan yang merangsang ketajaman otak, video game, instrumen musik atau karaoke, pena, teka-teki silang

Pekerjaan yang Cocok: 
Budayawan, ilmuwan, pasar saham, pengendali lalu lintas udara, dealer, kesenian, politikus, sutradara, pedagang, insinyur, pembuat perhiasan, sales, periklanan, penulis, pesulap, komedian, wartawan

Bunga Keberuntungan:
  • Chrysanthemum 
  • Crape-Myrtle


Batu keberuntungan:
  • Akik 
  • Citrine
  • Jasper
  • Moonstone
  • Clear quartz 


Trend Fashion dan Trend Dekorasi Rumah:

Pilihan warna cerah (tapi tidak terlalu mencolok mata) dari unsur biru, putih dan emas (atau orange kuning) akan semakin meramaikan trend warna fashion dan dekorasi rumah.

Tahun ini, wanita akan dimanjakan oleh pakaian bernuansa biru dan orange kuning (atau keemasan) dengan kombinasi perhiasan/aksesoris (manik-manik) yang terbuat dari emas serta aksesoris kulit macan tutul (imitasi). Model baju brokat keemasan pun akan semakin digandrungi oleh para selebritis.

Dipihak lain warna putih dan biru cerah cenderung akan menjadi trend pada dekorasi rumah. Pemakaian cermin, karpet kulit macan tutul (imitasi), figura besar dengan bingkai emas serta pernak-pernik lainnya yang bernuansakan emas akan lebih banyak menghiasi rumah Anda. Aksen emas (atau orange kuning) pun akan banyak menghiasi beberapa bagian rumah Anda.


Misteri-misteri lainnya tentang apa dan bagaimana ramalan di tahun monyet api 2016 ini bisa Anda baca disini.




Tags:
Ramalan, ramalan shio, peruntungan, zodiac cina, shio monyet, monyet api, ramalan 2016, shio 2016, monyet, chinese zodiac, chinese horoscopes, zodiak 2016, prediksi shio 2016, ramalan 2016, prediksi 2016, peruntungan 2016, hoki, tahun 2016, Jokowi, Prabowo, capres, presiden, tren warna 2016, warna, keberuntungan, ramalan warna, monyet, api, Monkey Year 2016, fire Monkey 2016, feng shui, kecocokan shio, ciong shio, mitra bisnis 2016, percintaan 2016, energi, chi, kuliner 2016, nusantara, ramalan tahun 2016, prediksi tahun 2016, peruntungan shio tahun 2016, prediction 2016, forecast 2016, fortune 2016, indonesia 2016, world 2016, global prediction 2016, horoskop cina, zodiak, info zodiak 2016, tahun 2016, prediksi 2016, peruntungan 2016, the year of monkey, chinese horoscope 2016, feng shui 2016

Misteri Tren Warna Indonesia 2015 yang Unik



Kali ini SCI i-color creation mengeluarkan prediksi tren warna Indonesia 2015 yang cukup unik, karena bertemakan "Kuliner Nusantara". Artinya  tren warna ini diambil dari warna-warni kuliner di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia memang sangat kaya akan keanekaragaman kulinernya dan sudah barang tentu banyak juga ragam warnanya. 

Dari sekian banyak warna kuliner SCI i-color creation kali ini hanya memilih 4 tren warna Indonesia untuk tahun 2015 mendatang. Konon ke-4 warna tersebut juga mewakili warna-warna hoki di tahun Kambing Kayu 2015 mendatang. Penasaran??...

Inilah tren warna  Indonesia 2015 -Kuliner Nusantara tersebut:

1. Warna unik duren merah khas Banyuwangi
2. Daya tarik warna pink kue cenil khas Jawa Tengah
3. Warna kenikmatan sambal hijau khas Padang



Apa saja makna yang terkandung dari ke-4 warna di atas dapat Anda baca disini!


Rubrik ini didukung oleh cat tembok teknologi tinting: Kem-Tone, Spectrum dan ColorTone.



Inilah misteri malam kemuliaan (Lailatul Qadar)



Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang oleh Al-Quran disebutkan lebih baik dari seribu bulan. Malam ini hanya terjadi sekali dalam setahun yaitu pada bulan Ramadhan dan salah satu kemuliaan bulan Ramadhan adalah karena terdapatnya malam yang istimewa ini di dalamnya. Oleh karena itulah maka malam yang mulia ini adalah merupakan malam yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya oleh ummat Islam di seantero dunia dengan penuh antusias, bagaikan menunggu kedatangan seorang Raja atau tamu istimewa.

Nabi SAW memerintahkan umatnya agar senantiasa memperbanyak amal ibadah pada bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam senantiasa mendambakan diri bisa bertemu dengan malam kemuliaan (Lailatul Qadar), yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar merupakan sebuah fenomena yang penuh dengan misteri.

Apakah Lailatul Qadar itu? Itulah malam diturunkannya Al-Qur’an. Malam turunnya Al-Qur’an disebut juga dengan Nuzulul Qur'an. Malam yang memiliki kedudukan yang agung yang terdapat kemuliaan dan pahala yang berlimpah. Para ulama sepakat bahwa Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada malam 17 Ramadhan saat Nabi SAW sedang bertafakkur di Gua Hira. Adapun ayat yang pertama kali diturunkan adalah surah Al-‘Alaq [96]: ayat 1-5. Selanjutnya, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama lebih kurang 23 tahun.

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah SWT. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rezeki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah SWT : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad-Dukhan [44] : 4).

Bagaikan tamu agung nan istimewa, kemuliaan Lailatul Qadar selalu dinanti  umat Islam yang mengharapkan pahala yang setara dengan 1.000 bulan. Malam itu lebih berharga daripada 83 tahun 4 bulan.

Dalam kitab Fadha'il Ramadhan, Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi berkata: ''Betapa beruntungnya orang yang dapat memperoleh kesempatan beribadah dengan sungguh-sungguh pada malam Lailatul Qadar itu, karena telah mendapat pahala beribadah selama 83 tahun 4 bulan.''

Kapankah malam kemuliaan itu? Benarkah Lailatul Qadar itu hanya terjadi pada bulan Ramadhan? Mungkinkah ia terjadi pada bulan lain?

Banyak pertanyaan yang sering dikemukakan berkaitan dengan Lailatul Qadar, terutama waktunya. Hal ini terjadi karena Nabi SAW tidak menjelaskan waktu pastinya. Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda: "Carilah ia (malam kemuliaan), pada malam-malam ganjil di akhir bulan Ramadhan" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan beberapa keterangan dan hadits Nabi SAW, mayoritas ulama menyatakan bahwa Lailatul Qadar itu hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Hal ini merujuk pada keterangan QS. Al-Qadar [97] ayat 1-5, QS. Ad-Dukhan [44]: 2-3, QS. Al-Baqarah [2]: 185, dan QS. Al-Anfal [8]: 41.

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (lailatul qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS. Al-Qadar {9}7: 1-5).

Namun demikian, menurut Syaikh Ali Thanthawi, ulama asal Al-Azhar, Kairo, Lailatul Qadar itu bisa terjadi pada bulan yang lain di luar Ramadhan. Hanya saja, ia menyebutkan, Lailatul Qadar di bulan lain itu biasa disebut dengan hidayah.

Syaikh Ali Thanthawi mencontohkan peristiwa yang dialami Umar bin Khattab sesaat sebelum masuk Islam. "Berapa banyak orang yang membaca Surah Thaha [20], tetapi itu tidak memberikan pengaruh apa-apa bagi pembaca. Tapi, saat Umar mendengar bacaan Surah Thaha tersebut, ia yang dahulunya kasar, kejam, dan pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup, dalam waktu yang singkat, berubah total menjadi Umar yang genius dan pembela Islam," ujar Syaikh Thanthawi.

Adapun mengenai tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan).

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya
Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim).

3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

4. Bulan nampak separuh bulatan
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim).

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan).

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.




Sumber: dari berbagai sumber.



Misteri Siapakah Juara Piala Dunia 2014?



Menanti pemenang pada helatan sepak bola dunia pada tahun 2014 pastinya mendebarkan. Apalagi bagi pencinta sejati permainan kaki ini. Makin dekatnya saat pertandingan akbar itu, Ramalan dan keyakinan siapa yang jadi juara sudah bisa didapatkan diberbagai situs online.

Nah khusus di artikel ini, prediksi tentang siapa yang akan menjadi juara Piala Dunia 2014 Brasil adalah berdasarkan warna kostum/seragam tim-nya.

Pada kesempatan ini tidak akan disebutkan nama tim mana yang akan menjuarai Piala Dunia 2014 Brasil tetapi hanya warna kostum/seragam tim-nya saja.

Warna-warna yang diprediksi akan berpeluang menjadi juara Piala Dunia 2014 Brasil tersebut adalah terdiri dari warna: 

Orange



Biru 



atau 


Hijau 



Ketiga warna tersebut memiliki unsur energi yang kuat di tahun 2014 ini khususnya di tahun Kuda Kayu 2014. Dengan unsur energi yang kuat tersebut akan mendatangkan keberuntungan tersendiri bagi tim-tim pemain sepak bola di Piala Dunia 2014 Brasil yang memakai kostum/seragam dengan warna yang ada diantara ketiga warna tersebut (orange, biru atau hijau).

Nah percaya atau tidak, diantara ketiga warna hoki itulah yang akan muncul sebagai juara, semoga itu adalah tim favorit Anda yang akan menjadi juara Piala Dunia 2014 Brasil...





Misteri Khe Pimpinan Pasukan Berani Mati Tionghoa di Jawa



Kiprah etnis Tionghoa dalam pentas sejarah Indonesia makin jelas dan misteri tentang siapakah pahlawan bernama Khe atau Khe Panjang atau Kapitan Sepanjang (nama aslinya: Souw Phan Ciang) makin terkuak. Kapitan Sepanjang menjadi panglima besar dalam Perang Sepanjang di Batavia, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur pada 1740-1743. Dikutip dari buku "Geger Pacinan (1740-1743)", penulis: Daradjadi, penerbit: Penerbit Buku Kompas, 2013, tebal: 292 halaman.

Namanya Khe. Rambutnya masih berkucir. Itu pertanda ia belum lama tiba dari Tiongkok. Akhir September 1740, ia memimpin sekitar 1.000 pejuang berani mati Tionghoa. Mereka berkumpul di pinggir Batavia di kawa­san sekitar pabrik gula Gandaria area yang kini penuh mal dan apartemen.

Pernahkah Anda mendengar nama tersebut? Julukannya Khe Panjang. Para prajurit Jawa memanggilnya Kapitan Sepanjang. Berani taruhan, buku-buku pelajaran sejarah kita sama sekali tak pernah menyebut pria berkucir itu. Buku Geger Pacinan karangan Daradjadi, sejarawan otodidak dan pembina Yayasan Suryosumirat Mangkunegaran, menyebut Khe sebagai tokoh penting. Ia tokoh yang menyulut sebuah pemberontakan besar setelah warga Cina di Batavia dibunuh massal.

Kita tahu Batavia 1740 berdarah. Lebih dari 8.000 laki-perempuan, tua-muda, dibantai. Awalnya adalah kekhawatiran pemerintah Belanda terhadap meningkatnya jumlah imigran gelap Cina. Pada 1739, populasi warga Tionghoa Batavia sudah mencapai lebih dari 10 ribu orang. Gubernur Jenderal Adriaan Vicker lantas menetapkan kebijakan pajak yang tinggi terhadap mereka, juga pemberlakuan izin menetap. Bila warga Tionghoa Batavia tak memiliki izin itu, ia akan dideportasi. Pada hari Imlek, Februari, Belanda melakukan razia besar-besaran.

Oktober, tensi di wilayah ini naik. Isu bahwa mereka yang ditangkap bukan dipulangkan ke Cina, melainkan dicemplungkan ke laut membuat beberapa perusuh Cina menyerang pos-pos Belanda. Membalas tindakan ini, kompeni melakukan penjagalan. Di Stadthuys kini museum sejarah Jakarta ratusan warga Tiong­hoa dipenggal kepalanya satu per satu. Mayat-mayat orang Tionghoa mengapung di kanal-kanal dan sungai Batavia. Begitu banyaknya sehingga toponimi nama-nama daerah Batavia berkaitan dengan jenazah-jenazah ini. Rawa Angke, misalnya, berasal dari Rawa Bangke.

Yang minim dibicarakan dalam sejarah, Khe dan gerombolannya setelah berkonsolidasi di Bekasi kemudian berjalan long march sampai Jawa Tengah. Mereka menyusuri kota demi kota, mencari dukungan, menggelorakan perlawanan. Menurut Daradjadi, simpati kepada Khe bangkit di mana-mana. Secara sporadis terbentuk satuan-satuan Tionghoa di seluruh wilayah Jawa. Dari Cirebon, Tegal, Semarang, Grobogan, Jepara, Kedu, Kediri, Surabaya, sampai Pasuruan muncul tokoh-tokoh pendekar Tionghoa.

Di Jepara muncul pendekar bernama Tan Sin Kho alias Singseh. Di Tegal muncul pemimpin bernama Kwee Lak Kwa. Di Blora ada Encik So. Di Grobogan ada Encik Macan. Mereka menjadi panglima laskar-laskar Tionghoa. Mereka didukung ribuan prajurit pribumi Jawa, gabungan dari para desertir opsir kolonial sampai rakyat biasa. Surat ajakan melawan VOC disebarkan di mana-mana, bahkan ada yang diapungkan melalui rakit-rakit batang pisang.

Pada titik inilah buku ini memberi kita perspektif dan imajinasi sejarah yang luar biasa. Biasanya ulasan tragedi Batavia berhenti pada Batavia saja. Buku karya sejarawan Belanda, B. Hoetink, mengenai Nie Hoe Kong, Kapitan Tionghoa era itu, yang sudah diterjemahkan, misalnya, hanya bercerita seputar materi proses peradilan Nie Ho Kong. Dia saat itu dituduh tak bisa meredam pemberontakan. Nie Ho Kong dicurigai terlibat. Ia akhirnya mati di pengasingan Ambon.

Buku Daradjadi layak dibaca karena menyambungkan dua peristiwa dalam jarak tiga tahun yang biasanya dibaca terpisah. Dua peristiwa itu adalah tragedi Batavia dan runtuhnya keraton Kartasura. Dari Batavia, Khe dan para pejuang menyeret suatu perang besar dalam sejarah Jawa. Klimaks perang ini: Belanda secara leluasa mengintervensi administrasi pemerintahan Mataram.

Buku ini juga mengungkap kebimbangan penguasa Jawa merespons pemberontakan Khe. Kita tercenung betapa banyak pemimpin Jawa yang oportunis. Pakubuwono II, misalnya. Pada mulanya ia mendukung laskar Tionghoa. Ia yakin laskar Tionghoa mampu menumbangkan VOC. Disokong oleh perwira-perwira tangguh, seperti Patih Notokusumo, cucu Sunan Pakubuwono I, aliansi Pakubuwono II dan laskar Tionghoa berhasil menghancurkan benteng VOC di Kartasura.

Siasat perang Khe di sini amat berperan. Ia memerintahkan membuat tangga-tangga yang dilengkapi roda. Tangga-tangga itu diputar-putarkan sekeliling benteng. Pasukan Tionghoa dan Jawa naik tangga, kemudian berlompatan masuk ke benteng. Kita membayangkan taktik ini seperti adegan film-film silat kolosal Cina masa kini karya Zhang Yimou atau Ang Lee. Mungkin itu dipelajari Khe dari peperangan di Cina. Yang jelas, kemudian duel antarprajurit tak terelakkan. Pesilat-pesilat Cina unggul dalam pertarungan satu lawan satu. Mereka menggunakan tombak, pedang, atau toya.

Tapi, setelah kompeni mendatangkan pasukan tambahan dari Sulawesi Selatan (terdiri atas prajurit Belanda, Bugis, Makassar, Ambon, dan Sumbawa), Pakubuwono II berbalik arah. Apalagi setelah laskar Tionghoa melakukan "kudeta", mengangkat Raden Mas Garendi, cucu Amangkurat III berjulukan Sunan Kuning yang masih berusia 16 tahun menjadi Sunan Mataram menggantikan dirinya. Dari pelariannya di Ponorogo, Pakubuwono II berbalik memihak Belanda. Ia meminta Belanda menggempur Sunan Kuning, membuat sunan remaja itu hanya sempat bertakhta selama 6 bulan di Kartasura. Dalam pertempuran di Surabaya, Sunan Kuning akhirnya menyerah, dan kemudian dibuang ke Sri Lanka.

Kisah bagaimana kembalinya Pakubuwono II ke Kartasura dan memindahkan istananya ke Surakarta pernah diuraikan dalam buku John Pemberton, On the Subject of Java. Iring-iringan prosesi dari Kartasura ke Surakarta membawa berbagai harta benda dan jimat-jimat keraton yang tersisa. Sejak itu, sesungguhnya, seperti pernah dikatakan mendiang penyair Rendra, kerajaan Jawa menjadi kerajaan boneka. Pakubuwono II menyerahkan seluruh gerbang cukai dan penguasaan daerah pesisir kepada Belanda. Ia tak berhak lagi mengangkat bupati di pesisir.

Tapi lupakan para pembesar Jawa yang hipokrit. Walau kalah, menurut Daradjadi, laskar Tionghoa tak mau menyerah. Kisah-kisah bagaimana keheroikan ini bisa kita tambah. Bertolak dari informasi Daradjadi, misalnya, kita bisa menapaktilasi­ kelenteng-kelenteng sepanjang Jawa Tengah. Banyak kelenteng ternyata memiliki kaitan dengan laskar Tionghoa ini. Kelenteng Cu Hwie Kiong di Rembang, Kelenteng Hian Siong Tee di Welahan-perbatasan Demak dan Jepara, Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang, serta Kelenteng Tek Hay Kiong di Tegal, misalnya. Di situ tentu masih banyak kisah lisan mengenai pemberontakan tersebut.

Sayang, Daradjadi belum mengungkap kisah para pesilat di kawasan long march Khe. Tiap daerah tentu memiliki hero sendiri berkaitan dengan peristiwa ini. Bila ke Kelenteng Sam Poo Kong, Anda bisa mendengar kisah mengenai pendekar bernama Souw Pan Djiang. Pada masa itu dia adalah guru silat di Simongan. Ia ikut menceburkan diri ke laskar Tionghoa. Konon dia mampu mengobrak-abrik kompeni. Saat dikejar, ia melompat ke Sungai Simongan dan kemudian lenyap. Sosok ini entah fiksi entah bukan.

Pun tokoh-tokoh pribumi lain. Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa (pendiri Mangkunegaraan) dan Pangeran Mangkubumi (pendiri Keraton Yogyakarta) adalah tokoh terkenal yang membantu Khe. Bupati Grobogan Martopuro, yang disayang para pemberontak Tionghoa, juga belum banyak diungkap sejarah. Begitu pula pasukan keturunan cucu Suropati, yang mendukung Khe sepanjang Bangil, Pasuruan, Malang, Mojokerto, Jombang, dan Kediri.

Khe sendiri adalah sosok misterius. Sementara Singseh ditengarai gugur di Pantai Lasem, catatan-catatan Belanda menyatakan Khe tak pernah tertangkap atau menyerah. Dia lari dari desa ke desa. Desa Sepanjang di Karanganyar, misalnya, diduga pernah disinggahi Khe. Konon ia terakhir kali terlihat di depan umum pada 1758. Saat itu, Khe muncul di Istana Gusti Agung, Bali. Setelah itu, ia lenyap, tak berbekas.

Apakah ia dibunuh? Di manakah ia dimakamkan? Di Bali? Ataukah ia balik ke Cina? Siapakah dia sebenarnya? Betulkah nama aslinya Tay Wan Soey? Betulkah ia sesungguhnya saudara Kaisar Kin Lung, kaisar besar Manchuria yang dibuang karena memberontak di Tiongkok?

Tentu untuk menguak ini diperlukan penelitian akademik serius. Dan ini tak cukup dengan hanya bertumpu pada literatur Belanda atau Jawa. Harus dicari bahan-bahan dari Cina. Yang dilakukan Daradjadi sebagai sejarawan otodidak mengkompilasi buku-buku seputar tema itu dan babad Cina sudah lebih dari cukup. Buku ini adalah awal bagus perkenalan kita dengan Khe. Tugas sejarawan profesionallah selanjutnya yang melacak nasib Khe.


sumber: toko-bukubekas